Previous Next

Program pengembangan kewirausahaan adalah program jangka panjang yang ditujukan untuk menciptakan pelaku usaha sosial yang kompetitif dan berdaya saing tinggi. Metode pengembangan kewirausahaan melewati tiga tahapan yaitu pengetahuan kewirausahaan, kemampuan kewirausahaan, serta mental kewirausahaan. Program ini berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penciptaan pelaku usaha baik pelaku usaha konvensional maupun khususnya pelaku usaha sosial yang kompetitif dan berdaya saing tinggi yang didukung oleh kemampuan teknis (hardskills) dan kemampuan lunak (softskills).

Talkshow Program Pengembangan Kewirausahaan ini bekerjasama dengan Radio Suara Kudus untuk memberikan materi perkuliahan seputar kewirausahaan bersama Dr. Drs. Sukirman, S.Pd, S.H, M.M , Dr. Mokhamad Arwani, SE., MM. dan Ahmad Jazuli, S.Kom., M.Kom.

Previous Next

UPT MKU - Studi kelayakan usaha/bisnis (businesses feasibility study) atau disebut juga analisis  proyek  bisnis  ialah  suatu  penelitian  tentang  layak  tidaknya  suatu  bisnis dilaksanakan  dengan  menguntungkan  secara  kontinyu.  Studi  ini  pada  dasarnya membahas  berbagai  konsep  dasar  yang  berkaitan  dengan  keputusan  dan  proses pemilihan proyek bisnis  agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan  social sepanjang  waktu.  Dalam  studi  ini,  pertimbangan-pertimbangan  ekonomis  dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar implementasi kegiatan usaha.

Studi kelayakan usaha  bukanlah suatu  yang  sederhana tetapi merupakan suatu kegiatan yang harus dianggap sebagai proses   karena terdiri dari beberapa tahapan. Studi kelayakan juga cukup komplek karena didalamnya terdapat beberapa aspek kelayakan usaha  yang  harus dikaji untuk menentukan layak atau tidaknya suatu rencana usaha. Oleh karena itu, untuk memperoleh hasil studi kelayakan usaha yang baik, maka kegiatan studi kelayakan usaha haruslah dilakukan secara  sistematis  sesuai  dengan  tahapan-tahapannya  serta  memperhatikan  aspek-aspek  yang mempengaruhi usaha tersebut.

Previous Next

UPT MKU - Kegiatan  wirausaha  adalah  menciptakan  barang/jasa  baru,  proses  produksi baru, organisasi (manajemen) baru, bahan baku baru, pasar baru. Hasil-hasil dari kegiatan-kegiatan wirausaha tersebut menciptakan nilai atau kemampulabaan bagi perusahaan. Kemampulabaan menciptakan nilai tersebut            karena  seorang wirausaha memiliki sifat-sifat kreatif dan inovatif. Kemampuan   untuk   memecahkan   masalah   dan   memanfaatkan   peluang didasari   sifat kreativitas dari   para   pengelolanya, yaitu   kemampuan untuk menciptakan gagasan baru dan menemukan cara baru dalam menyikapi masalah dan   memanfaatkan peluang. Sedangkan   inovasi adalah  kemampuan    untuk menerapkan  gagasan-gagasan  baru  atau  pemecahan  kreatif  terhadap  berbagai masalah  dan  dalam  memanfaatkan  peluang.  Pengertian  kreativitas  dan  inovasi secara singkat sering dianalogikan : creativity – thinking new things, innovations = doing new things.

Motivasi berasal dari kata latin "movere" = to move = memindahkan, artinya pindah dan suatu kondisi tertentu ke kondisi yang lain.  Motif sebagai  sesuatu yang  ada  dalam diri  manusia  yang  membangkitkan, mengaktifkan, memindahkan, mengarahkan dan menyalurkan perilakunya menuju tercapanya tujuan. Motivasi    membantu    seorang  wirausahawan    memperoleh pengetahuan, keterampilan dan kemampuan pada kesempatan pertama dan memberikan  dorongan  serta  energi  untuk  menetapkan  tindakan yang diperlukan.

Previous Next

UPT MKU - Seorang wirausahawan dapat menambahkan nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan  wirausahawan  dicapai  apabila  wirausahawan  menggunakan  produk,  proses,  dan jasa-jasa  inovasi  sebagai  alat  untuk  menggeli  perubahan.  Oleh  sebab  itu,  inovasi  merupakan instrument  penting  untuk  memberdayakan  sumber-sumber  yang  ada  agar  menghasilkan  suatu yang baru dan menciptakan nilai. Wirausahawan dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua  tantangan  menjadi  peluang  melalui  ide-idenya  dan  pada  akhirnya  menjadi  pengendali usaha (busines driven) dan pengendali pasar ( market driven).

Kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang-barang dab  jasa-jasa  baru.  Ide  dapat  digerakkan  secara  internal  melalui  perubahan  cara-cara/metode yang  lebih  baik  untuk  melayani  dan  memuaskan  pelanggan  dalam  memenuhi  kebutuhannya (produk dan jasa baru). Banyak  wirausahawan  yang  berhasil  bukan  berdasarkan  ide  sendiri  tetapi  berdasarkan hasil pengamatan dan penerapan ide-ide lain. Agar ide-ide yang potensial menjadi peluang bisnis real,   maka  wirausahawan  harus   mencari  dan  mengindentifikasi  sumber-sumber      potensial peluang  bisnis tersebut . kegiatan mengindentifikasi merupakan upaya awal dari wirausahawan untuk  dapat  masuk  ke  pasar.  Dengan  kegiatan  indentifikasi  ini,  wirausahawan  akan  dapat mengetahui   tinggkat   persaingan,   strategi   industri,   tujuan   pesaing,   menilai   kekuatan   dan kelemahan  pesaing  ,  dan  mengestimasi  pola  persaingan.  Untuk  dapat  menganalisis  peluang usaha,  wirausahawan  harus  mengetahui  beberapa  alat  analisis  seperti  SWOT.

Motivasi dapat diartikan sebagai faktor pendorong yang berasal dari dalam diri manusia yang akan mempengaruhi cara bertindak seseorang. Sehingga motivasi diri akan mempengaruhi performasi hidup seseorang.

Tidaklah mudah untuk menjelaskan motivasi, sebab;

  1. motif antar orang adalah tidak sama , budaya yang berbeda akan menghasilkan ekspresi motif yang berbeda pula.
  2. motif yang tidak sama dapat diwujudkan dalam berbagai perilaku yang tidak sama
  3. motif yang tidak sama dapat diekspresikan dengan perilaku yang sama
  4. motif dapat muncul dalam bentuk-bentuk perilaku yang sulit dijelaskan
  5. suatu ekspresi perilaku dapat muncul sebagai perwujudan dari berbagai motif.

Berikut uraian berbagai bentuk motif;

  1. motif kekuasaan
  2. motif berprestasi
  3. motif untuk bergabung
  4. motif keamanan
  5. motif status, dsb.

Motivasi berasal dari kata latin "movere" = to move = memindahkan, artinya pindah dan suatu kondisi tertentu ke kondisi yang lain.  Motif sebagai  sesuatu yang  ada  dalam diri  manusia  yang  membangkitkan, mengaktifkan, memindahkan, mengarahkan dan menyalurkan perilakunya menuju tercapanya tujuan. Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan   dalam   meraihnya,   tidak   mungkin   sukses   baik   dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. Hampir semua tulisan  sepakat  bahwa  para  wirausahawan  mempunyai  keinginan  yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. Shane  et al. (2003) mengemukakan bahwa keinginan  untuk  berprestasi  merupakan  faktor  motivasi  yang penting  di  antara  para  wirausahawan  handal.  Untuk  mendapatkan  hasil yang maksimal, seorang wirausahawan harus bekerja keras, para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan.

Para wirausahawan sukses harus mau menggunakan kekuasaan terhadap para bawahan, memerintahkan pada mereka apa yang mesti dilakukan, dan menerapkan sanksi positif dan negatif secara cepat. Seseorang yang tidak sanggup  menggunakan  kekuasaan  akan  mendapatkan  kesulitan  dalam menjalankan peran dalam wirausahanya. Seorang  wirausahawan  harus  mempunyai  keinginan  untuk mendapatkan  kekuasaan  dengan  maksud  untuk  melancarkan  pengaruh terhadap orang-orang lain.

Para wirausahawan harus dan tak boleh letih, atau tidak mempunyai semangat yang menggebu-gebu dalam segala aktivitasnya, terutama dalam mengkomunikasikan  visi mereka  kepada  para  pegawai. Oleh karena itu, sikap tegar harus ditujukan pada segala hal yang benar. Dalam  kebanyakan  wadah  usaha  yang  beroperasi  dalam  iklim bisnis dewasa  ini,  mereka  mempunyai  hal         yang  diperlukan  untuk  kelancaran usahanya, hal itu adalah :

1) memuaskan pelanggan

2) pertumbuhan

3) penekanan biaya

4) inovasi dan  feature terbaru dari sebuah merek

5) mengamati  kejadian  dengan  cepat  untuk  mengambil  tindakan-tindakan yang efektif

6) kualitas dari barang yang diproduksinya.

 

Motivasi    membantu    seorang    wirausahawan    memperoleh pengetahuan, keterampilan dan kemampuan pada kesempatan pertama dan memberikan  dorongan  serta energi  untuk  menetapkan  tindakan  yang diperlukan. Kondisi  lingkungan  seperti  sistem  hukum,  industri,  pasar  modal  dan kondisi   ekonomi   nasional  mempengaruhi   wirausaha,   tetapi   motivasi wirausahawan   akan   mengarahkan   tindakan   wirausaha   pada   kondisi lingkungan   yang   berbeda.   Pattigrew   (1996)  dalam   Walton   (1999) mengemukakan bahwa motivasi wirausaha  (entrepreneurial motivations) dapat merupakan faktor penting untuk kinerja perusahaan. Motivasi awal untuk  menjalankan  aktivitas  wirausaha  umumnya  dikategorikan  dalam bentuk faktor-faktor yang "menarik" (pull) seperti menentukan peluang usaha, keinginan untuk mengumpulkan kekayaan, atau keinginan untuk "menjadi bos bagi diri sendiri" dan faktor-faktor yang "mendorong" (push) seperti ketidakamanan pekerjaan (insecurity) dan kejenuhan bekerja akibat pekerjaan yang berulang-ulang (redundancy).

Mitchell  (1999),  seorang  peneliti  Perilaku  Organsiasi  yang  terkenal, mengusulkan suatu model konsep yang menjelaskan bagaimana motivasi mempengaruhi   perilaku dan   prestasi   kerja.   Model   tersebut,   seperti diperlihatkan pada Gambar berikut.

 

Previous Next

UPT MKU - Wirausaha   adalah   seorang   yang   mandiri,   yaitu   orang   yang   memiliki perusahaan   sebagai   sember  penghasilannya.   Dengan   perkataan   lain   ia  tidak menggantungkan diri untuk penghasilannya kepada orang lain. Untuk mendirikan perusahaannya ia menghimpun sumber-sumber atau faktor produksi (bahan baku, tenaga kerja, modal, peralatan dan lain-lain) dan menyusun organisasi perusahaan. Karena  tindakan-tindakan  itu  mempunyai  dampak  pertama  kepada  dirinya  dan penghasilan, kepada  masyarakat  dan  pemerintah,  yaitu  menciptakan  lapangan kerja  bagi  tenaga  kerja  lain  serta  penghasilan,  mengerjakan  sumber-sumber (bahan baku) yang      belum digunakan sehingga menjadi    bermanfaat bagi masyarakat,  menciptakan teknologi (dalam         arti luas) sehingga menambah akumulasi untuk teknologi yang   sudah  ada   dalam   masyarakat,   mendorong investasi  di  bidang-bidang  lain,  memperluas  dasar  pajak  bagi  pemerintah,  dan meningkatkan  citra  bagi suatu  bangsa,  sehingga secara  keseluruhan  mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Mengenai dampak dari aktivitas wirausaha tersebut telah diadakan berbagai penelitian. Negara-negara yag sudah berkembang kemajuannya karena didukung oleh aktivitas wirausaha. Demikian juga perumbuhan perekonomian antara daerah banyak ditentukan oleh aktivitas wirausaha.    Daerah-daerah yang kurang berkembang karena tidak memiliki wirausaha-wirausaha yang memadai baik dari aspek kuantitas maupun  kualitasnya.  Berdasarkan  hal-hal  tersebut  di  atas  dapat disimpulkan  bahwa  wirausaha merupakan  unsur  yang  sangat  penting  dalam pembangunan.

Kegiatan wirausaha tidak dapat dilepaskan dari unsur individu wirausahawan itu sendiri. Maju mundurnya usaha wirausahawan akan sangat ditentukan oleh inisiatif, gagasan dan inovasi, karya dan kreatifitas serta berfikir positif. Keberhasilan  wirausaha  dicapai  apabila  wirausahawan  menggunakan  gagasan  terhadap produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk mengendalikan perubahan.

Inovasi  ala  Schumpeter  terdiri  dari  dua  sisi  pengertian  yaitu,  technical  world  and business  world.  Dari  sisi  teknis,  perubahan  teknologi  disebut  invensi  namun  manakala  bisnis terlibat didalamnya maka upaya itu disebut inovasi. Drucker   (1998)   dalam   KAdjatmiko   &   Gana   (2001)   berpandangan   bahwa   inovasi sesungguhnya   bersumber   pada   suatu   yang   eksis   di   perusahaan,   dan   diluar   perusahaan. Ducker(1998) dalam Kadjatmiko & gama (2001) menyatakan bahwa inovasi yang efektiv adalah sederhana, focus, menerima apa ang dikatakan orang, spesifik, jelas, dimulai dari tang kecil dan design aplikasi yang hati-hati.

Ciri utama wirausahawan (Drucker, 1983) dalam purnomo  (1999), adalah mereka  yang selalu  mencari  perubahan  ,  berusaha  mengikuti  dan  menyesuaikan  pada  perubahan  itu,  serta memanfaatkannya sebagai peluang serta mampu memilih dan mengambil keputusan alternative yang paling tinggi produktivitasnya. Terdapat Sembilan ciri pokok keberhasilan, dan bukan ciri- ciri pribadi (personal traits)

  1. dorongan prestasi yang tinggi,
  2. bekerja keras, tidak tinggal diam,
  3. memperhatikan kualitas produknya, baik barang maupun jasa,
  4. bertanggung jawab penuh,
  5. berorientasi pada imbalan yang wajar,
  6. optimis,
  7. berorientasi pada hasil karya yang baik (excellence oriented),
  8. mampu mengorganisasikan, dan
  9. berorientasi pada uang.

Wirausahawan yang berhasil juga merupakan pemimpin yang berhasil. Dikatakan sebagai pemimpin karena mereka harus mencari peluang-peluang, melalui proyek-proyek, mengumpulkan  sumber  daya  (bahan,  teknologi,  manusia  dan  modal)  yang  diperlukan  untuk melaksanakan proyek, menentukan tujuan, baik untuk mereka sendirimaupun untuk orang lain, dan memimpin serta membimbing orang lain untuk mencapai tujuan. Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mancari cara-cara yang lebih baik. Pemimpin yang  berhasil  adalah  jika  dalam kegiatan  percaya  pada  pertumbuhan  yang  berkesinambungan, efesien yang meningkat, dan keberhasilan yang berkesinambungan dari bisnis perusahaannya. Kadarsan (2001), menyatakan bahwa kepemimpinan (leadership) adalah proses mengarahkan   dan   mempengaruhi   aktivitas   yang   berkaitan   dengan   pekerjaan   dari   anggta kelompok sehingga memiliki empat aplikasi tentang kepemimpinan.

Bedasarkan   unsur-unsurnya   kepemimpinan   terbagi   ke   dalam   lima   yaitu, leader, pengikut, organisasi, objective dan lingkungan. Seorang pemimpin dalam melakukan kepemimpinannya dapat menggunakan bentuk- bentuk kekuasaan yang dirasakan  (perceived power), seperti Memaksa (Coercive), Imbalan (Reward), Sah (Legitimate), Ahli (Expert), Dan Referensi (Referent). Begitu pula dalam melakukan kegiatan seorang pemimpin dipengaruhi oleh lingkungan baik internal maupun eksternal perusahaan.

Wirausahawan yang juga merupakan seorang pemimpin perusahaan harus menyadari tujuan perusahaan akan dapat di capai dengan baik jika terbentuk jalinan kerja sama yang baik antara lingkungan internal dan eksternal. Fungsi-fungsi kepemimpinan menurut Hasibun (1987) terdiri atas 9 fungsi, sedangkan menurut Salim (1998) dalam mengefektifkan manajemen proses, seorang pemimpin harus melakukan kegiatan kepemimpinannya yang terdiri atas 17 hal.

Menurut Marshall (1996), kepemimpinan yang tepat pada saat ini adalah kepemimpinan kolaborasi, dimana seorang pemimpin memiliki fungsi uama sebagai sponsor, sebagai fasilisator, sebagai pelatih, sebagai papan gema, sebagai agen katalis, sebagai dokter, sebagai anggota, serta sebagai manajer administrator.

Menurut Reddin (1970), dengan tepri tiga dimrnsikepemimpinan dilihat dari aktifitasnya, tipe kepemimpinan dibagi menjadi 8 tipe, yaitu  Deserter,  Bureaucrat, Missionary, Develop, Autocrat, Benevolent, Autocrat Compromise, dan Excecutif.