Previous Next

Penerapan Kewirausahaan pada Wisuda Universitas

UPT MKU - Wirausaha   adalah   seorang   yang   mandiri,   yaitu   orang   yang   memiliki perusahaan   sebagai   sember  penghasilannya.   Dengan   perkataan   lain   ia  tidak menggantungkan diri untuk penghasilannya kepada orang lain. Untuk mendirikan perusahaannya ia menghimpun sumber-sumber atau faktor produksi (bahan baku, tenaga kerja, modal, peralatan dan lain-lain) dan menyusun organisasi perusahaan. Karena  tindakan-tindakan  itu  mempunyai  dampak  pertama  kepada  dirinya  dan penghasilan, kepada  masyarakat  dan  pemerintah,  yaitu  menciptakan  lapangan kerja  bagi  tenaga  kerja  lain  serta  penghasilan,  mengerjakan  sumber-sumber (bahan baku) yang      belum digunakan sehingga menjadi    bermanfaat bagi masyarakat,  menciptakan teknologi (dalam         arti luas) sehingga menambah akumulasi untuk teknologi yang   sudah  ada   dalam   masyarakat,   mendorong investasi  di  bidang-bidang  lain,  memperluas  dasar  pajak  bagi  pemerintah,  dan meningkatkan  citra  bagi suatu  bangsa,  sehingga secara  keseluruhan  mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Mengenai dampak dari aktivitas wirausaha tersebut telah diadakan berbagai penelitian. Negara-negara yag sudah berkembang kemajuannya karena didukung oleh aktivitas wirausaha. Demikian juga perumbuhan perekonomian antara daerah banyak ditentukan oleh aktivitas wirausaha.    Daerah-daerah yang kurang berkembang karena tidak memiliki wirausaha-wirausaha yang memadai baik dari aspek kuantitas maupun  kualitasnya.  Berdasarkan  hal-hal  tersebut  di  atas  dapat disimpulkan  bahwa  wirausaha merupakan  unsur  yang  sangat  penting  dalam pembangunan.

Kegiatan wirausaha tidak dapat dilepaskan dari unsur individu wirausahawan itu sendiri. Maju mundurnya usaha wirausahawan akan sangat ditentukan oleh inisiatif, gagasan dan inovasi, karya dan kreatifitas serta berfikir positif. Keberhasilan  wirausaha  dicapai  apabila  wirausahawan  menggunakan  gagasan  terhadap produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk mengendalikan perubahan.

Inovasi  ala  Schumpeter  terdiri  dari  dua  sisi  pengertian  yaitu,  technical  world  and business  world.  Dari  sisi  teknis,  perubahan  teknologi  disebut  invensi  namun  manakala  bisnis terlibat didalamnya maka upaya itu disebut inovasi. Drucker   (1998)   dalam   KAdjatmiko   &   Gana   (2001)   berpandangan   bahwa   inovasi sesungguhnya   bersumber   pada   suatu   yang   eksis   di   perusahaan,   dan   diluar   perusahaan. Ducker(1998) dalam Kadjatmiko & gama (2001) menyatakan bahwa inovasi yang efektiv adalah sederhana, focus, menerima apa ang dikatakan orang, spesifik, jelas, dimulai dari tang kecil dan design aplikasi yang hati-hati.

Ciri utama wirausahawan (Drucker, 1983) dalam purnomo  (1999), adalah mereka  yang selalu  mencari  perubahan  ,  berusaha  mengikuti  dan  menyesuaikan  pada  perubahan  itu,  serta memanfaatkannya sebagai peluang serta mampu memilih dan mengambil keputusan alternative yang paling tinggi produktivitasnya. Terdapat Sembilan ciri pokok keberhasilan, dan bukan ciri- ciri pribadi (personal traits)

  1. dorongan prestasi yang tinggi,
  2. bekerja keras, tidak tinggal diam,
  3. memperhatikan kualitas produknya, baik barang maupun jasa,
  4. bertanggung jawab penuh,
  5. berorientasi pada imbalan yang wajar,
  6. optimis,
  7. berorientasi pada hasil karya yang baik (excellence oriented),
  8. mampu mengorganisasikan, dan
  9. berorientasi pada uang.

Wirausahawan yang berhasil juga merupakan pemimpin yang berhasil. Dikatakan sebagai pemimpin karena mereka harus mencari peluang-peluang, melalui proyek-proyek, mengumpulkan  sumber  daya  (bahan,  teknologi,  manusia  dan  modal)  yang  diperlukan  untuk melaksanakan proyek, menentukan tujuan, baik untuk mereka sendirimaupun untuk orang lain, dan memimpin serta membimbing orang lain untuk mencapai tujuan. Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mancari cara-cara yang lebih baik. Pemimpin yang  berhasil  adalah  jika  dalam kegiatan  percaya  pada  pertumbuhan  yang  berkesinambungan, efesien yang meningkat, dan keberhasilan yang berkesinambungan dari bisnis perusahaannya. Kadarsan (2001), menyatakan bahwa kepemimpinan (leadership) adalah proses mengarahkan   dan   mempengaruhi   aktivitas   yang   berkaitan   dengan   pekerjaan   dari   anggta kelompok sehingga memiliki empat aplikasi tentang kepemimpinan.

Bedasarkan   unsur-unsurnya   kepemimpinan   terbagi   ke   dalam   lima   yaitu, leader, pengikut, organisasi, objective dan lingkungan. Seorang pemimpin dalam melakukan kepemimpinannya dapat menggunakan bentuk- bentuk kekuasaan yang dirasakan  (perceived power), seperti Memaksa (Coercive), Imbalan (Reward), Sah (Legitimate), Ahli (Expert), Dan Referensi (Referent). Begitu pula dalam melakukan kegiatan seorang pemimpin dipengaruhi oleh lingkungan baik internal maupun eksternal perusahaan.

Wirausahawan yang juga merupakan seorang pemimpin perusahaan harus menyadari tujuan perusahaan akan dapat di capai dengan baik jika terbentuk jalinan kerja sama yang baik antara lingkungan internal dan eksternal. Fungsi-fungsi kepemimpinan menurut Hasibun (1987) terdiri atas 9 fungsi, sedangkan menurut Salim (1998) dalam mengefektifkan manajemen proses, seorang pemimpin harus melakukan kegiatan kepemimpinannya yang terdiri atas 17 hal.

Menurut Marshall (1996), kepemimpinan yang tepat pada saat ini adalah kepemimpinan kolaborasi, dimana seorang pemimpin memiliki fungsi uama sebagai sponsor, sebagai fasilisator, sebagai pelatih, sebagai papan gema, sebagai agen katalis, sebagai dokter, sebagai anggota, serta sebagai manajer administrator.

Menurut Reddin (1970), dengan tepri tiga dimrnsikepemimpinan dilihat dari aktifitasnya, tipe kepemimpinan dibagi menjadi 8 tipe, yaitu  Deserter,  Bureaucrat, Missionary, Develop, Autocrat, Benevolent, Autocrat Compromise, dan Excecutif.